|
KARAWANG - Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Rengasdengklok masih mencari penjual jamu oplosan yang mengakibatkan tewasnya dua warga Dusun Warudoyong Utara, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Keterangan dari penjual jamu itu dinilai penting untuk mengetahui pelaku sebenarnya yang mengoplos jamu tersebut.
Kepala Polsek Rengasdengklok, Ajun Komisaris Muji Harja mengatakan, keterangan dari pihak penjual jamu oplosan akan membuka fakta pengoplos sebenarnya. Muji menyebutkan, identitas penjual jamu sudah diketahui. “Dia berjualan di pertokoan yang terletak di Pasar Rengasdengklok,” ujarnya. Hingga saat ini belum ada keterangan yang menyebutkan siapa pengoplos minuman yang ditenggak oleh lima orang tersebut. Pasalnya, seorang korban yang masih kritis dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kab. Karawang, Ahmad Fauzi (25) masih belum bisa ditanyai. Menurut kakak Ahmad, Asep Hasanudin (36), Ahmad hanya mengaku dia telah minum jamu oplosan pada Sabtu (12/6) bersama dua rekannya yang meninggal dunia, Samsilir (48) dan Furqon (27). “Soal campuran apa saja yang dia minum, belum sempat dikatakan,” tutur Asep. Lebih lanjut Muji mengatakan, pihaknya kesulitan menemukan si penjual jamu yang kemudian diketahui bernama Karim. Menurut keterangan salah seorang anggota keluarga Karim kepada petugas, Karim sedang mudik ke kampung halamannya di Cirebon sejak Minggu (13/6). Padahal dari Karim, kata Muji, bisa diketahui siapa yang mengoplos minuman tersebut. “Kalau nantinya ditemukan yang mengoplos jamu itu adalah penjualnya, dia bisa dijadikan tersangka. Namun, ini baru jelas kalau si penjual sudah dimintai keterangan,” ujar Muji. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, minuman yang ditenggak korban terdiri atas campuran lima liter air biasa dengan satu liter arak serta dan minuman intisari. Namun, diduga kurang memabukkan, korban menambahkan dua kaplet obat sesak napas dan sakit kepala. Akibatnya, selain mabuk berat, korban mengalami sesak napas, mual, dan demam tinggi. Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang tewas akibat menenggak jamu oplosan, masing-masing Samsilir (48) dan Furqon (27). Sementara yang masih dirawat di rumah sakit adalah Ahmad Fauzi (25). (A-153/A-147)***(sumber:pikiranrakyat) |